I SEE YOU AGAIN ( AKU MELIHAT MU KEMBALI ) #1

 

I SEE YOU AGAIN 


Nama ku Jedar Angelina Anastya Costas. Aku hanyalah anak perempuan tunggal. Aku lahir dari keturunan blasteran Amerika Latin dan Indonesia. Aku tinggal bersama salah satu orang tua ku yaitu mamahku. Ayah ku telah meninggal saat aku masih berusia 5 tahun di Greece,Yunani. Dia meninggal karena sakit jantung yang sudah kronis.

Saat beberapa minggu ayahku meninggal, kami memutuskan untuk pulang ke Indonesia tepatnya di Jakarta Selatan. Mamah ku seorang single parents yang berjuang untuk menghidupi anaknya secara cukup. Walaupun kami hanya tinggal berdua saja.

Terkadang, saudara atau keluarga besar dari ayah dan ibu sering sekali main bahkan menginap. Aku memiliki kemampuan melihat makhluk yang tak kasat mata, walaupun aku belum menyadarinya sampai sekarang. Saat ini usia ku  23 tahun.

            Mamah ku bercerita, Saat usia ku masih bayi aku sering sekali menangis dan teriak seakan-akan aku melihat sesuatu  yang meyeramkan. Mamah ku hanya berpikir namanya anak kecil pasti masih sensitif. Mamah ku mengacuhkan pemikiran seperti itu. Setelah aku mnginjak usia 2 tahun, aku sudah mulai bisa berjalan dan berbicara. Saat itu aku selalu berbicara sendiri dan mengatakan sesuatu hal yang aneh kepada ayah dan mamah ku.


KEMATIAN AYAH

 

Kejadian itu terus berulang hingga usia ku menginjak 5 tahun. Pagi hari itu dengan cuaca yang agak mendung sedikit,tetapi udara terasa panas, aku ingin berangkat ke sekolah dan pamit kepada mamah dan ayahku. “pigaí no próta sto scholeío...”  pamit an ku dalam bahasa yunani sambil memeluk orang tua ku lalu melepaskan nya,“min pas akóma sto scholeí o, synodéfste ton ayah...” Ayahku menarik tangan ku dengan menatap ku seperti orang ingin pergi dan menahan ku untuk tidak sekolah dulu,dia meminta ku untuk menemani nya dirumah.

 “aku pulang cepat ko yah...” sautku dalam bahasa Indonesia.

Ayah ku pun melepas tangan nya dari tangan ku dan tersenyum.

Bus sekolah pun datang, bus dengan warna kuning terang dan berisi banyak jumlah kursi didalam nya. Aku duduk di paling belakang dengan kursi panjang tepat disamping jendela. Aku melihat keluar jendela dan dadah sambil tersenyum kepada orang tua ku. Aku melihat ayah ku dengan kaos berwarna putih dan kolor. Dia mengusap matanya seperti sedang menangis, aku tidak tau apa itu. Setelah itu, aku setelah sampai di sekolah dan segara masuk kesekolah.

Dua jam kemudian, bel istirahat pun berbunyi.”kringg..kringg..kringg...kringgg.....”.

Aku langsung berjalan menuju kantin.

Tetapi, di tengah perjalan aku di panggil guru untuk segera datang ruang guru. Aku merasa ‘aku tidak ada salah apapun, kenapa aku dipanggil’ dalam hati ku bingung. Entah ada apa, tiba-tiba ada lelaki yang berdiri lemas dengan mata yang sembab dan baju hitam-hitam rapih menunggu kehadiran ku. Ternyata,om ku datang ke sekolah untuk menjemputku untuk pulang. Aku pun bingung dan aku mengiyakan ajakan om ku untuk pulang.

 Sebelum aku pergi pulang, aku ijin untuk ke kamar mandi sebentar untuk cuci muka. Setelah sampai di kamar mandi, aku melihat ayah ku tepat di belakang ku. Aku saat itu tidak berfikir macam-macam.

Dia menyampaikan pesan pada ku “ frontí ste mitéra sas, min tin apogoitéfsete, synechí ste na tin kánete yperí fani..... Thélo na  páo, allá min anisycheí te óti eí mai pánta mazí sou....”

            Ayah ku memintaku untuk menjaga dan tidak mengecewakan mamah ku, dia berjanji slalu bersama ku.

Ayah ku pun langsung memeluk ku dan aku memeluk nya kembali. Setelah itu, aku pergi ke depang gerbang untuk menemui om ku.

“ayo berangkatt.. “  kata om ku dengan nada terburu-buru.

“ tunggu ayah om, tadi dia di kamar mandi bersama ku... “ saat aku berkata seperti itu om ku langsung kaget.

“ sudahlah cepat...!! jangan halusinasi kamu.....” ajak om ku dan aku langsung naik ke mobil.

            Saat di mobil aku melihat ayah ku berada di kursi belakang mobil, sedangkan aku di kursi depan samping om ku. Karena aku melihat ayah ku seperti sedang tidur, jadi aku memutuskan untuk tidak berbicara kepadanya.

Setelah sampai di rumah, aku melihat rumah telah ramai saudara,kake dan nene serta rekan kerja ayahku. Aku bingung dan tidak tau apa-apa.

Sayang sekali, saat aku mengijakan kaki kedalam rumah, aku melihat ayah ku sudah terbaring diatas peti. Aku pun menangis sejadi-jadinya sehingga mamah ku memeluk ku dengan erat. Aku menyesal sekali tidak menemani ayah ku untuk terakhir kalinya. Ternyata saat itu, dada ayah ku sedang sakit.

Namun ajal tidak bisa di hindari, saat ayah ku sedang menuju rumah sakit ayah ku meninggal dalam perjalanan. Kejadian saat di sekolah, aku tidak menceritakan pada siapapun kecuali om ku.


HANTU PERHOTELAN 

 

Hari berlalu aku dan mamah ku kuat menjalani hidup tanpa ayah. Aku percaya, bahwa ayah sekarang berada di surganya tuhan dan dia juga mengawasi ku dari kejauhan.

Kejadian-kejadian di luar nalar pun terjadi sampai aku remaja aku masih mengalaminya. Namun, aku selalu menganggapnya

“ahh.. mungkin karena aku kecapean... jadi aku melihat mereka...”  aku selalu berkata seperti itu jika aku melihat hal-hal aneh.

            Aku memiliki rumah berlantai dua di salah satu komple di Jakarta Selatan. Hari itu rumah ku sedang ada renovasi sedikit. Atap kamar ku bolong karena atap nya sudah rapuh dan rembes. Namun, genteng nya tidak apa-apa.

Aku pun berniat untuk tidak tidur di rumah ku sendiri karena aku takut kucing atau hewan lain jatuh dari atas, lebih tepatnya aku takut ada yang ngintip dari atas. Aku juga memiliki halaman belakang rumah.

Aku pergi untuk mencari salah satu hotel di Jakarta. Beberapa menit kemudian , akhirnya aku menemukan hotel yang menurutku nyaman dengan harga terjangkau dan pamit ke mamah aku. Awalnya, mamah ku tidak menyetujui. Pada akhirnya, ia mengijinkan ku.  

Tidak jauh dari rumah ku, aku telah sampai di hotel itu. Dari luar, kondisi hotel yang aku tempati tidak ada masalah dan tidak ada keanehan sama sekali. Tapi, entah kenapa aku merasa agak aneh ketika kaki melangkah masuk kedalam lobi. Lobi yang sepi,sunyi serta suasana yang dingin membuat aku merasa merinding. Aku hanya berpikir mungkin karena aku lelah setelah melakukan beberapa aktivitas di siang hari tadi.

            Setelah mendapatkan kunci kamar, aku pun bergegas menuju kamar untuk istirahat. Tapi, tetap saja masih merasa tidak enak badan. Kamar ku berada di lantai 3 nomor 369.

“wah,,, aku dapat angka sial” kataku sambil sedikit kesal. Karena menurut beberapa kepercayaan negara lain, angka 6/9/3 adalah angka sial,angka setan atau bahkan angka kematian.

Kunci kamar kuarahkan kedalam lubang kunci “krekkk!” pintu terbuka. Aku pun masuk dan tidak lupa mengunci kembali pintu kamar ku. Aku segera mencoba membaringkan sejenak tubuhku di atas kasur. Kasur dengan selimut putih, tembok berwarna cream susu, jendela yang ditutupi gorden berwarna abu-abu dan suasana dingin merinding.

            Malam pun mulai larut, aku memutuskan untuk mandi. Berharap, semua rasa capek hilang. “byurrr...byurrr..byurrrr” suara air mengguyur tubuh ku. Rasanya, aku ingin berlama-lama di guyur air.

Aku pun keluar dan merasa terkejut lantaran aku melihat semua gorden dan jendela terbuka. Sehingga, angin pun dengan bebas masuk ke dalam kamar. Karena, sudah larut malam aku pun bergegas menutupnya.

            “Jederrrrrrrr.......!” aku pun terpanjat kaget ketika mendengar pintu kamar mandi tertutup dengan keras sekali. Kali ini aku benar-benar merinding. Sekelebat angin yang sangat kencang baru saja menembus tubuhku.  Aku menatap kearah kamar mandi sejenak sebelum menutup kunci kamar mandi dan keluar dengan baju yang sudah kupakai di dalam kamar mandi.

            Setelah aku keluar kamar, aku berdiri sejenak di lorong depan pintu kamar sambil menelfon teman ku. Tidak ada yang menjawab telfon ku satupun. Mungkin,karena sudah larut jadi sudah pada tidur pikir ku. Sampai pada akhirnya, aku memilih untuk menunggu beberapa menit lalu masuk kembali setelah aku merasa tenang.

            Beberapa menit berlalu, aku memberanikan diri untuk masuk. Saat pintu kamar terbuka, jantung berdetak sangat cepat. Aku takut ada sosok seram yang muncul di hadapanku, ah pikiran konyol ku muncul. Aku melihat ke semua sudut kamar untuk mempastikan tidak ada apa-apa disana. Memang benar, tidak ada apa-apa disana. aku merasa tenang kembali dan memutuskan untuk tidur dengan lampu yang tidak aku matikan.

Keesokan harinya, aku check-out dari hotel tersebut dan memberikan kunci kamar kepada Resepsionis. Aku bergegeas pulang dikarenakan, aku harus membantu orang rumah untuk merenovasi rumahku. Dirumah ku, ada beberapa sepupu dan saudara ku sedang menginap yang membantu aku dan mamah ku. Aku menceritakan kepada mereka tentang apa yang baru saja aku alami semalam dan menanyakan beberapa pertanyaan kepada mereka. Benar sekali, salah satu dari mereka dan teman mereka juga pernah mengalami kejadian yang hampir mirip di hotel tersebut. Bahkan mereka ada yang tidak bisa tidur sampai pagi dan ketindihan.

            Sore hari ,tepat jam 17.00 aku pergi menuju halaman belakang rumah. Disana ada ayunan tali dengan ban mobil yang di ikat di salah satu pohon mangga. Aku duduk disana sebentar, lalu aku melihat halaman belakang kotor sekali. Aku segera mengambil sapu lidi di dekat kran air belakang rumah. Aku melihat banyak sekali dedaunan  kering yang jatuh dari pohon mangga dan bunga yang jatuh dari pohon kamboja. Sehingga, aku harus membersihkan itu semua agar terlihat bersih dan rapih. Sekitar 30 menit aku berada di belakang rumah.

            “Jedarrrr! Jedarrrr!.... Kamu dimana, sudah hampir Maghrib jangan di luar rumah..!” mama ku berteriak memanggilku dari balkon lantai 2 rumahku. Ia berteriak untuk memintaku segera masuk kedalam rumah. Memang, menurut orang jaman dahulu saat hampir magrib dan sebelum isya dilarang keluar rumah atau tidur. Biasanya, mereka menyebutnya Sandikala atau perpindahan dari waktu sore ke waktu malam. Aku segera meletakan kembali sapu lidi di dekat kran air yang ada di belakang rumah dan aku langsung bergegas masuk kedalam rumah dan menutup pintu.

            Sebelum azan maghrib tiba, seluruh orang rumah berjalan menuju masjid di komplek ku untuk sholat. Hanya aku yang tidak ikut karena berhalangan saat itu. Aku membuat susu hangat dan masuk kedalam kamar ku. Sebelum masuk ke kamar ku, aku mendengar ada suara langkah kaki berlari. Aku pikir itu sepupu atau saudara ku jadi, aku hiraukan. Aku berbaring sambil memejamkan mata, sesekali aku meminum susu hangat ku.

Azan maghrib tiba, aku segera bangun dan duduk diatas kasur. Karena,  jika kita berbaring di waktu maghrib itu akan membuat mayat kita nanti akan berat. Azan magrib selesai, aku segera membaca doa selesai azan. Ketika mata sudah mulai berat, aku meletakan kembali susu di meja samping kasur ku. Biasanya, bila mata aku sudah terpejam tidak lama aku akan tidur dengan sendirinya. Saya melirik jam di smartphone saya, menunjukan pukul 18.20 .

krekk!! Assalamualikum Jedarrr...”  mamah ku memanggilku. “walaikumsalam, iya mah... jedar ngantuk.. mau tidur... “ aku berkata lirih sambil memejamkan mataku. Mamah ku datang menuju kamar ku. “jedar!... bangun.. gaboleh tidur di waktu sandikala.. ayo bangun!” sambil mengoyahkan tubuhku. “iyamah.... dikit lagi” aku berkata sambil mengusap mataku dengan tangan kanan ku. Mamah ku kembali keluar kamar dan aku melanjutkan tidur ku.

Saat aku tidur, aku bermimpi ada seorang perempuan datang menghampiriku dengan kaki yang pincang dan seragam seperti anak perhotelan. Seragam itu berwarna putih lusuh dan sedikit bercak tanah di kaki dan tangan nya. Dia meminta izin padaku untuk tinggal bersama ku. “permisi.. apa aku boleh tinggal bersamamu?... aku janji tidak akan mengganggu mu.. aku hanya ingin singgah bersamamu.... kamu orang baik!... “  lalu aku bertanya kenapa dan dia menjawab sebab dia tidak punya rumah. Seketika aku langsung menjawab “iya,aku izinkan” singkat waktu, aku terbangun dan bingung. Tapi, masih aku hiraukan mimpi itu

Jam menunjuk pukul 22.26 malam, aku berjalan menuju lantai 2 dimana kamar sepupu dan saudara ku. Aku mengajak mereka semua berkumpul dikamar ku dan kita berbincang. Beberapa kali aku dan saudara ku mendengar suara anak kecil tertawa dan berlari.

 Karena aku sudah merasa agak risih aku pun kesal “anak siapa si malam-malam gini masih keluyuran!!!..... berisik banget” kata ku sambil membuka gorden jendelaku.

apansi..? suara apaan? Aku ga denger sama sekali..?” dengan wajah bingung sepupuku bertanya.

emang nya lu ga denger? Dari tadi berisik banget suara tawa anak kecil, mana lari-larian..” saudaraku langsung nyambung berbicara.

Saat aku dan saudara ku melihat kearah jendela sambil membuka gorden ada anak kecil 3 perempuan 2 laki-laki sedang bermain di ayunan belakang rumahku. Karena jendela kamar ku disamping rumah ,jadi bisa langsung melihat belakang rumah. Aku pun bertanya-tanya anak siapa malam-malam gini masih keluyuran. Aku,saudara dan sepupuku memutuskan untuk pergi kebelakang rumah dan menyuruh mereka segera

Saat kami membuka pintu belakang rumah “ bummmmmmm.....!” suara seperti ban meledak dan seketika kami pun terkejut. Mamah ku pun turun dari lantai 2  dan menghampiri kami. “suara apa itu, dan kenapa kalian malam-malam gini kebelakang rumah ..?” mamah bertanya kepada kami. “ itu mah, ada anak kecil... malam-malam gini masih keluyuran!... mana main nya di ayunan belakang!” cetus saudaraku. Kami semua pun mengecek apa benar ada anak kecil main dibelakang. Dan ternyata, tidak ada sama sekali orang di belakang rumah. Kami semua pun saling menatap dan segera lari kedalam rumah dan  mamah juga mengunci pintu belakang rumah.  kami semua pun paham apa yang sebenarnya aku dan saudaraku lihat.Aku mengajak saudara ku untuk tidur berdua dikamar ku karena aku merasa takut. Tanpa pikir panjang ia pun mengiyakan ajakan aku. Lalu,sepupu ku pergi menuju kamar tidurnya.

Malam itu, pada saat kami berdua di kamar, rupanya aku tidur terlelap sejak badan ku menyentuh kasur. Sementara,saudaraku justru tidak bisa tidur dan berusaha tidur dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Namun, tiba-tiba saat dia membuka sedikit kembali selimut dari wajahnya , dia melihat sosok wanita rambut panjang dengan seragam lusuh perhotelan berdiri tepat di bawah kaki aku. Memiliki mata yang merah dan mulut yang menyeringai serta rambut yang berantakan dan posisi kepala yang menunduk.

Sontak saudaraku pun kaget dan teriak. Tapi, aku tidak merespon teriaknya dan masih terlelap dalam tidur. Dia pun segera memejamkan mata dan membaca doa-doa. Malam itu menjadi malam terburuk untuk saudaraku dan rasa aneh dirumah itu sejak aku pulang dari hotel terjawab sudah.

 .

.

.

.

.

ingin tahu siapa hantu itu ?? MARI KITA UNGKAPP!!!!!

Lanjut kisah selanjutnya di part 2 yaa!!!.....

TERIMA KASIH.......

Komentar