I SEE YOU AGAIN ( AKU MELIHAT MU KEMBALI ) #2

         Pagi hari nya, kami semua hendak pergi berlibur di salah satu tempat wisata di Bali. Harga tiket dan kamar yang aku pesan sangat terjangkau. Kami menginap di penginapan hotel salah satu di Ubud,Bali. Fasilitas pun lumayan menurut ku. Kamar yang aku tempati terdapat 3 kasur yang bisa di isi oleh dua orang. Aku tidur dengan mamah ku, sepupuku sendiri dan saudaraku juga sendiri.

Musim liburan membuat hotel yang kami tempati ramai. Aku pun merasa sebelah kanan, kiri, depan, belakang kamar kami juga ada ramai ada penghuninya. Malam itu, kami semua bergurau dan berbincang di dalam kamar. Selepas dari pesawat kita memang langsung ke hotel dan diam di dalam kamar.

Ditengah-tengah gurauan kami, tiba-tiba terdengar suara aneh dari kamar sebelah.”arghhhhh!!!...” seperti orang menggeram.

  Sontak kami pun menghentikan perbincangan. Namun, setelah kami menghentikan perbincangan,justru suara itu hilang. Tapi, kami hiraukan saat itu, mungkin dikamar sebelah lagi bercerita-cerita. Kami pun melanjutkan perbincangan kami dan tertawa sangat kencang lagi hingga suara dari kamar sebelah terdengar jelas.

“ suara apasi itu dar..? aneh banget suaranya... creepy banget...!” saut mamah ku.

 Karena penasaran, aku pun keluar kamar dan kebetulan sekali, salah satu staf penginapan lewat kamar ku.

Aku pun bertanya “permisi, boleh minta tolong ke kamar sebelah kanan saya ga...? tolong bilangin mereka jangan berisik dan jangan mengeluarkan suara yang creepy banget menurut keluarga saya..” staf itu pun bingung dan heran setau dia sebelah kanan kamar aku belum di huni siapapun

“sebelum nya mba.. sebelah kanan kamar mba belum di huni siapapun” sambil menunjuk kearah kamar.

“ tapi, saya tadi mendengar loh mas...” saut ku dengan penuh rasa heran dan sedikit takut.

“ ohh mungkin saja , suara dari depan atau suara dari kamar tamu disini.... yasudah, kalau ada apa-apa hubungi saya ddengan telpon darurat yang ada di kamar ya mbaa.... permisiiii...” staf itu pun langsung pergi menuju lobi tempat ia bekerja.

Aku pun kembali ke kamar dan menceritakan kepada mamah,saudara dan sepupuku. Mereka semua terkejut dan sedikit ketakutan. Karena, benar-benar jelas suara aneh dari kamar sebelah kamar kami. “ ahh sudahlah, mungkin karena kita kecapean  di pesawat... yasudah mari kita tidur..! besok kan kita mau ke Pantaiiiii....”  mamah ku memberi semangat lagi agar kami tidak ketakutan.

Akhirnya, kami pun menuju kasur masing-masing yang telah disediakan.

Malam itu, aku tidak bisa tidur dan merasa gelisah. Aku membayangkan kembali sosok perempuan dengan seraagam perhotelan persis seperti di mimpi ku. Masih terheran dan bertanya-tanya dalam hati tentang siapa dia dan mengapa dia meminta izin untuk tinggal bersama.

Tanpa sadar, aku memejamkan mata dan terlelap dalam tidur. Di dalam mimpi ku, aku bertemu kembali dengan sosok perempuan tersebut. Tapi, kali ini dia datang dan hanya tersenyum. Entah apa yang membuat dia tersenyum. Seketika aku pun terbangun dan kebelet untuk buang air kecil dengan lari terburu-buru karena sudah tidak tahan.

Setelah selesai buang air kecil, aku mencuci tangan ku di dalam westafel kamar mandi. Hendak aku mencuci wajahku dan berkaca sebentar.

Satu kali aku membasuh muka dan melihat kaca tidak ada apa-apa, tetapi saat kedua kali aku membasuh muka ku dengan air dan melihat kaca aku melihat di belakang dekat pojok pintu ada sosok perempuan memakai seragam perhotelan sedang tersenyum menyeringai dengan ku.

“aaaaaa......... !!!” teriak ku dengan ketakutan. sontak semua orang yang di kamar ku bangun dan bergegas menuju kamar mandi.

“ada apa jedarrr...? ko teriakkkk.... “ saut sepupu ku.

“aku takutttt... aku takutttt... ada perempuann di belakang pintu ....... “ sambil memeluk mamah ku.

Saudara ku pun langsung teringat dengan kejadian di kamar ku. Dia pun bertanya padaku sambil tangan nya menyentuh pundak ku.

“ dia perempuan menggunakan seragam..... perhotelan bukan..? terus rambutnya panjanggg menyentuh lantaiii...? dan matanya sedikit merahh? Aku pernah melihatnya dikamar ku tepat berdiri di dekatmu”  aku pun heran.

“ kok kamu tau?...”  tanya ku pada dia.

“Aku tidak melihat matanya.... dia hanya tersenyum menyeringai padaku ....”

seketika semua nya bulu kuduk berdiri dan ketakutan. Akhirnya, kami pun kembali menuju kasur masing-masing. Aku yang ketakutan masih memeluk mamah ku sampai tertidur.

            Suara ayam berkokok membangunkan ku untuk bangun di pagi hari, udara di Ubud,Bali sangat sejuk sekali. Pemandangan nan hijau di sajikan untuk kami setiap kami melihat dari jendela. Karena hari Minggu, banyak turis dan wisatawan berlari pagi untuk olahraga dan menikmati udara pagi hari.

            Kami di sediakan sarapan di restaurant dekat lobi. Makanan disana sangat lezat dan kami juga disediakan kopi bali. Pertama kali aku mencoba nya, itu sangat enak sekali.

 

 

 

 

 

 

 


TUTUP MATA BATIN



Setelah kami berbincang dan sarapan , kami pergi menuju kamar untuk mandi dan siap-siap untuk pergi ke Mandala Wisata Wenara Wana.

Seperti namanya, tempat itu adalah habitat nya para monyet. Jadi, banyak sekali monyet berkeliaran disana. Selama berada disana keberadaan monyet di hutan itu sangat di hormati oleh masyarakat sekitar. Jangan pula, memberikan makanan kacang,biskuit atau snack yang biasa di makan manusia. Tempat itu sangat indah seperti candi, banyak sekali spot foto bagus yang harus di jepret.

Tidak jauh dari situ, aku tidak tau apa yang aku lihat. Aku melihat seekor monyet dengan ukuran sangat besar sekali, sebesar pohon yang ada disana. aku tidak tau apa. Aku sangat ketakutan, tapi yang ku rasa monyet itu tidak jahat. Aku berpikir mungkin itu penjaga atau tuan rumah disini.

Disana mamah ku bertemu dengan teman nya. Dimana, teman nya itu seperti ustad atau bahasa kasar nya orang mengerti tentang alam ghaib. Kami mengobrol disana sambil berjalan melihat-lihat pemandangan dan mendengarkan sejarah disana.

“ ohhh ini anak kamuu njel.... cantik yaaa ... tapi mukanya seperti almarhum ayahnya... bule “  kata ustad itu. Angel adalah nama mamah ku.

“ihh biasa aja dia mah, cantikan juga angel....” dengan nada meledek.

 Aku pun di pandangi terus dengan ustad itu. Pandangan itu tak pernah lepas. Ia melihat mata ku dan belakang ku, sampai dia berkata bahwa aku memiliki kemampuan untuk melihat sesuatu yang tak kasat mata.

Aku pun terkejut. Mamah ku akhirnya bercerita kepada beliau tentang bagaimana saat aku masih kecil, kejadian di rumah dan di hotel tadi malam.

Tidak lama kemudian, aku diajak duduk oleh ustad itu dan disuruh menceritakan tentang kejadian apa saja yang meninmpa ku akhir-akhir ini. Lalu aku bercerita, sampai pada akhirnya aku merasakan sesuatu yang berat yang aku gendong. Padahal saat itu, aku sedang tidak menggendong tas sama sekali.

Ustad itu pun menyuruh ku untuk menoleh kearah belakang dan benar saja, aku melihat sosok perempuan berseragam hotel telah mengikut dan menempel pada tubuh ku. Ustad itu berkata bahwa aku mengijinkan dia untuk bersama ku, sehingga dia menempel dengan ku.

Ustad itu pun membaca do’a dan menghilang sosok perempuan itu. Alhamdulillah, badan ku terasa enteng.

            Tidak sampai disitu saja, mamah ku khawatir takut terjadi apa-apa dengan ku. Dia pun memutuskan untuk menutup mata batin ku. Dia kasihan dengan ku juga,apalagi kejadian tadi malam di hotel. Ustad itu meminta air minum kepada mamah ku. Kebetulan sekali, mamah ku membawa air minum banyak di tas. Air itu dibacakan do’a oleh ustad itu dan aku disuruh segera untuk menghabiskan airnya.

Tangan ustad itu mulai memegang mata ku dengan membaca do’a, Aku tidak tau itu do’a apa yang jelas di memegang jidat lalu menarik ke mata sangat kencang. Aku hanya merasa tubuhku seperti disiram air dingin lalu terkena kipas sejuk sekali. Do’a menutup mata batin ku pun selesai.

Mamah ku merasa senang dan lega. Aku pun juga begitu, karena rasa penasaran ku terjawab sudah. Dimana, aku sendiri tidak tau kenapa aku selalu melihat mereka yang tidak bisa dilihat oleh mata orang lain pada umumnya. Setelah kami dari Mandala Wisata Wenara Wana, kami pun pergi mencari restaurant disekitar wisata itu. Akhirnya, kami menemukan dan hangout bersama teman mamah ku beserta sudara dan sepupuku.

Jam sudah menunjuk pukul 15.00. Aku beserta keluarga ku pamit kepada ustad dan temen-temannya. Tidak lupa mamah ku berterima kasih kepada beliau karena sudah membantu anaknya. Mamah ku pamit karena kami sekeluarga ingin pergi ke Pantai Kuta Bali. Selepas itu, aku merasa aman dan tidak gelisah lagi. Aku bermain air di pantai dengan ceria.

 

 

KEMBALI NYA DIA

 

Hari itu juga kita semua balik ke Jakarta malam itu juga. Karena aku,saudara dan sepupuku harus kuliah. Sedangkan, mamah ku harus kembali bekerja.

Saudara dan sepupuku sudah pulang kerumah nya msing-masing. Aku tinggal berdua kembali dengan mamah ku di rumah.

Pagi hari dengan cuaca yang cerah dan panas yang terik,kira-kira 30 derajat. Sekitar jam 07.00 mamah ku berpamitan padaku untuk bekerja.

“sayang... bangun.. mamah berangkat ya..? mamah udah siapin makanan sama uang saku kamu di meja... Assalamualaikum...?” teriak mamah ku di depan rumah sembari memanaskan mobilnya.

“iya mah, makasih.... walaikumsalamm.. hati-hati ya mahh.. “  ucapku setengah bangun.

Mamah ku sudah berangkat kerja dan aku tinggal sendirian dirumah. Alarm pun berbunyi “ kringggggg.... kringggg... kringgg...”  aku pun terkejut dan segera bangun. Kulihat sudah jam 11.20 siang. Aku langsung mandi dan berangkat untuk kuliah naik taksi.

Aku menjalani hari-hari ku kembali normal. Dimana, aku tidak di ganggu dengan sosok yang menyeramkan lagi. Sosok berseragam hotel tidak lagi mengganggu ku. Aku senang dan bermain dengan temen-temen ku kembali tanpa rasa takut. Karena sebelumnya, aku takut main dengan teman ku dan ketemu dengan sosok aneh. Aku takut mereka menganggap ku gila. Sekitar 3 tahun aku sudah tidak melihat sosok-sosok apapun.

Sampai pada akhirnya, aku sedang duduk di balkon rumah ku sembari meminum teh hangat. Malam itu adalah malam Jum’at Kliwon. Aku mencium bau anyir yang sangat menyengat dari arah belakang ku. Aku hiraukan bau itu. ‘mungkin saja bau apalah’ pikirku tanpa rasa takut.

Aku pun melanjutkan meminum teh dan bermain ponsel. Bulu kuduk ku tiba-tiba berdiri. Rasa hawa dingin mulai menyelimuti ku. Sesuatu benda menyentuh leher belakang ku dengan sangat halus. Aku pikir ‘mungkin saja rambutku’ aku selalu menanggapi sesuatu hal dengan sangat positif.

Selang beberapa menit ada pot bunga yang ada di ujung balkon jatuh dan tanah berserakan “trakkk....” aku sangat terkejut. Hingga aku sadar ini kejadian hal yang tidak biasa. Aku mulai sedikit ketakutan.

Aku kembali duduk di kursi ku dan melanjutkan meminum teh. Sampai pada akhirnya saat teh sedang menuju mulutku terdengar “ Aku kembali dar..... hihihihihihi”  dengan suara melengking di samping telinga ku dan rambut yang menutupi wajahku.

.

.

.

TUNGGU KISAH SELANJUTNYA LAGI YA..........

Komentar