Hantu Mitos
Hantu Nenek
Aku tinggal di Jakarta bersama orang tua. Saat itu aku berkunjung dan pergi
menginap di rumah uyut ku di kampung. Kampung ku masih memiliki sisi kental
aura mistis nya. Warga sekitar masih percaya pada mitos dan ajaran nenek moyang
nya. Yah begitulah, suasana di kampung ku pun masih horor.
Aku memiliki teman pria di kampung. Dia teman baik ku dari aku kecil sampai
aku dewasa. Ia memiliki adik berusia 5 taun. Tempat tinggal nya di tengah kebun
yang terbuat kayu dan daun pisang kering.
Mitos di kampung ku yang sering terjadi dan di percaya adalah sesosok
nenek-nenek memakai baju kebaya coklat lusuh yang selalu menghantui warga dan menculik
anak kecil.
Setelah sampai di kampung ku aku istirahat sebentar dan aku langsung pergi
menuju rumah teman pria ku untuk berkunjung.
“yut, aku pamit mau kerumah teman ku ya”
“iya cu, pulang jangan sampai magrib yaa. Hati-hati!”
Aku berjalan melewati pohon karet yang menjulang tinggi dan poho-pohon
besar. Siang itu walau cuaca panas, namun masih sejuk.
“tok..tok..”
“Assalamualaikum” kata ku sambil mengetuk pintu.
“walaikumsalam, eh kamu.. ku kira kamu lupa!” kata teman ku sambil membuka
pintu.
“ kamu apa kabar? “ sambil memberi kursi untuk aku duduk.
“alhamdulillah baik, gimana sama kamu”
“ya ginilah aku. “ melihat-lihat sekitar.
“hmmmm” aku bergumam.
Tiba-tiba teman
ku menyambung percakapan mitos yang terjadi di kampung ku sekarang.
“eh.. kamu tau gaa? Cerita mitos
yang sering terjadi sekarang di kampung kita” kata nya sambil serius.
“ wah apa tuh” aku menanggapi nya dengan serius.
“di kampung kita sekarang banyak kasus anak hilang.”
“anak hilang? Tapi penculik nya sudah pernah ada yang tertangkap belum?”
kata ku dengan polos.
“yaaaa kalau penculik nya manusia si ya lebih mudah...... ya ini mah kan..
SETAN!” katanya sambil berbisik.
Karena aku sudah
tau bagaimana suasana kampung ku, jadi aku percaya saja.
kami bercerita tentang hal itu sampai lupa waktu. Waktu magrib pun tiba dan
aku belum pulang juga.
“udah magrib nii, tanggung deh nanti dikit lagi” kata ku sambil lihat jam tanan ku.
“kamu yakin mau pulang gelap?” katanya.
“yaelah emang kenapa” kata ku.
Aku lupa bahwa uyut ku memberi aku peringatan bahwa aku tidak boleh pulang
setelah magrib.Jam menunjuk pukul 8 malam dan akhirnya aku berniat untuk
pulang. Adik perempuan teman ku ditinggal sendirian di kamar karena sedang
tertidur. Suasana Creepy pun dimulai dari sini.
“ adik mu gapapa di tinggal? “
“ gapapa barusan aku lihat dia sudah tidur, lagi juga Cuma antar kamu
sambil luar kebun” katanya sambil mengambil senter untuk penerang saat aku
pulang nanti.
Teman ku mengantar ku sampai keluar kebun.
“makasih yaaa..” kata ku sambil senyum.
“iya, hati-hati juga loh nanti di culik!” sambil meledek ku.
Akhirnya , kami berpisah di luar kebun. Teman ku balik kearah rumah nya
karena kasian adik nya sendiri. Tapi saat teman ku balik pulang ke rumahnya dia
melihat adiknya sudah tidak ada dikamar.
“ dee... dee... kamu dimana” memanggil terus-terus an dengan perasaan
khawatir.
Dia menacari ke sekitar rumah nya dan kamar mandi, namun tidak ada juga. Dia
pun kembali lagi dan berlari untuk menemui ku di luar kebun. Untung sekali aku
belum jauh.
“Nat, tolongin aku.. adik ku hilang.” Kata nya sambil panik.
Aku terkejut dan akhirnya mencari adiknya itu.
“de... de..!” kami berteriak kesana-kemari berharap ia mendengarnya.
Perjalanan kami mencari adik nya benar-benar seram. Kami juga berjalan mencarinya dengan perasaan
takut, ya maklum namanya kebun.
Banyak sekali pohon bambu dan pohon karet
di sepanjang perjalanan.
“aduh... uyutku pasti mencari-cari ku..” kataku sambil panik juga.
“yasudah, kamu pulang saja , biar aku cari adik ku sendiri, kalau sampai
belum ketemu sampai besok, aku akan minta bantuan warga sekitar...” katanya
sambil meyakinkan ku.
“ tidakk.. aku bersama kamu.. kita cari sama-sama. Urusan uyut gampang...”
kata ku sambil mengusap pundak nya. Kami pun mencari kembali
“dee.. dee...” sambil teriak lagi.
Akhirnya, aku memukan adiknya yang sedang
tertidur di tanah beralas daun pisang. Ia benar-benar di tengah kebun paling
dalam.
“eh.. itu bukan nya adik kamu...” kata ku sambil menunjuk kearah pohon
bambu.
Teman ku berlari dan ia membangunkan adiknya untuk segera pulang.
“ aku yakin pasti nene-nene tua itu yang menculik adiku..” katanya sambil
geram.
“ sudahh... yang penting adik kamu udah ketemu..” kataku sambil menenangkan
nya.
Kami pun jalan kearah rumah teman ku dan adik nya di gendong belakang oleh
teman ku. Karena aku takut ketemu nene nene itu dan kejadian berulang. Aku pun
memutuskan untuk tidur disana dan mengabari orang tua ku.
Saat tengah malam aku kebangun dari tidur dan kebelet untuk pipis. Kamar mandi dia berada di luar rumah.
“aduh... kebelet lagi... “ kullihat teman ku sudah tidur dengan pulas. Rasa
tak tega untuk membangunkan nya.
“ah.. sudahlahh kebelet aku..” perasaan takut ku tersingkir dari rasa
kebelet ku.
Krekkkk.. suara pintu ku buka.
Aku keluar pintu dan berjalan menuju kamar mandi tepat di samping
rumah.
“ahhh.. legaa” kataku saat aku telah selesai pipis.
Hal tak di inginkan terjadi. Aku melihat sebuah tangan kiri yang kotor dengan
baju coklat bergaris hitam sedang berayun atau menggenggam daun di pohon bambu
itu.
“astagfirullah,apa itu” kataku dalam hati dan langsung tertunduk. Aku sudah yakin itu dia. Aku berpura
pura saja tidak mengetahui nya. Aku cuci tangan dan segera lari menuju kedalam
rumah.
Esok pagi nya aku memutuskan untuk
pulang kerumah uyutku.
“yut aku pulang” sambil membuka pintu.
“iyaudah makan sana terus mandi... kamu mau ikut uyut ngga ke pasar..?”
kata uyutku.
“enggadeh, aku cape banget masih ngantuk.. aku tidur lagi yaa..” kata ku
sambil menguap.
“ iya ndo.. uyut pamit dulu..! Assalamualaikum!..” katanya
“walaikumsalam”
Aku mandi dan lanjut tidur dengan nyenyak sampai aku terbangun di siang
hari uyut ku belum pulang juga. Aku
sendirian dirumah. Namun, tidak hanya di rumah teman pria ku aku di hantui.
Dirumah uyut ku aku juga di hantui. Banyak suara barang jatuh hingga ketukan.
Aku takut. Sore hari nya aku kembali kerumah teman ku. Aku melihat teman ku
sedang mengambil ubi dari tanah dekat rmh nya, lanjut aku membantu nya.
“banyak juga ubi nya.” Kataku.
“iya nih aku mau masak .. “ sambil menujuk ubi nya.
Lalu, saat kami sedang sibuk dengan
ubi. Adik teman ku yang tadi tertidur siang terbangun dan berbicara sambil
berjalan sambil mengusap mata tak jelas. Aku dan teman ku spontan nengok.
“ ade kamu kenapa?”
“gatau, mungkin mengigau” ia tak hiraukan adik nya.
Tak lama kemudian kami kembali
kerumah dan melihat adiknya sudah tidak ada.
“ adik kamu kemana..? masa hilang lagi sii” kata ku sambil panik.
“aku juga gatau, ayo kita cari lagi sebelum magrib” katanya sambil panik.
“de... de...” Kami mencari kesana kesini dan berteriak.
Kami melewati pohon-pohon besar. Aku ingat cerita nene ku dahulu. Bahwa ada
hantu yang suka menculik anak kecil dan di simpan di pohon bambu.
“aku kesana kamu kekiri ya” kata ku sambil menujuk arah
Kami pun berpencar. Sampai di dekat pohon bambu, aku pun mencari lebih
dalam lagi karena aku takut dia dibawa kesitu. Dan benar saja di tengah tengah
pohon bambu terdapat tanah kosong yang lumayan luasnnya untuk menguburkan
sesuatu.
“Ren.. sinii.. kesini...!!!” kataku dengan teriak.
Teman ku pun berlari menuju arah ku.
“ada apa..?” katanya sambil panik dan bingung.
Aku menunjuk tangan kosong itu yang ada di dalam pohon bambu. Aku dan teman ku menebas batang pohon bambu
dan daun agar kami bisa masuk.
Kami pun masuk dan mendengar suara dibawah tanah.
“kamu dengar ga..? “ kata ku.
“suara nya dari sana” sambil menunjuk batang pohon pisang yang sudah patah.
“bagaimana kalau kita bongkar” kata ku.
Akhirnya, kami bongkar dan betapa terkejutnya kami. Adiknya terkubur di
bawah batang pohon pisang dan tertutup tanah sedikit.
“arghhh......” Adik nya benar-benar
sudah dirasuki.
”eh ini gimana.. gaada orang lewat juga...!” kata ku.
“pegangin aja ade aku, kita baca in doa.” Katanya sambil menyadarkan adik
nya. Dia selalu berontak saat di bacakan doa.
“ aku ga sanggup, aku cari bantuan aja yaa” kataku karena sudah tidak tau
lagi cara menyadarkan nya.
“yasudah, cepat ya!” katanya.
Aku mencari bantuan dan bertemu beberapa warga. Aku menjelaskan apa yang
terjadi dan warga itu aku bawa ketempat dimana adik nya teman ku kerasukan.
Kami memegang dia dengan beberapa warga.
“apa kamu ada kaca besar dirumah..?” salah seorang warga bertanya pada
teman ku.
“ iya saya punya, untuk apa?” kata teman ku.
“bawa dia kesana” kata warga situ.
Tak fikir panjang lagi, kami membawa nya dan di hadapkan ke kaca. Dia menjerit,tertawa dan menangis. Betapa
terkejutnya kami.
“keluar kamu dari tubuh anak ini” kata salah satu warga.
“TIDAK.... HAHAHAHAHA” kata nya sambil tertawa.
Kami semua terkejut saat melihat ke arah kaca. Kami melihat seperti
bayangan hologram yang menyatu pada tubuh adik nya. Wajah adiknya berubah
seperti seorang wanita tua dengan tulang semua dengan tubuh yang aneh. Organ
tubuhnya yang bergelantungan tak tau posisi dan mengucur darah serta muka dia
yang seram.
“ini yang merasuki bukan nene itu, tapi KUYANG” kata warga dengan tegas.
Di doakan dan di azanin di telinga adik ku.
“panasss.... panas....” katanya sambil merintih kesakitan.
Akhirnya, hantu itu keluar dari tubuh adik teman ku. Kami berterima kasih
kepada warga sekitar yang telah membantu. Aku pamit pada teman ku karena waktu
sudah mendekati magrib. Aku pun pulang kerumah uyut ku bersama warga sekitar.
Warga sekitar menceritakan apa yang telah terjadi pada uyutku. Uyutku bersyukur
karena aku tidak apa-apa. Selepas dari kejadian itu esok nya aku pulang dan
kembali ke Jakarta dengan selamat tanpa gangguan lagi.
TAMAT
Komentar
Posting Komentar